Kamis, 20 November 2014

MAKALAH ILMIAH

MAKALAH BAHASA INDONESIA
“PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA ANAK”


Ditulis oleh :
Amelda Tigapo
(462012046)





UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2014




BAB I. PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Pada tubuh manusia terdapat banyak organ. Organ-organ tersebut yang bekerja secara bersama-sama membentuk suatu sistem untuk kelangsungan hidup manusia. Ada sembilan sistem organ pada tubuh manusia, yakni sistem pernapasan, sistem pencernaan makanan, sistem perederan darah, sistem pengeluaran, sistem hormon, sistem saraf, sistem otot dan sistem rangka (Ikhwan, 2013).
Sistem-sistem organ pada tubuh manusia seperti yang telah disebutkan pada paragraf sebelumnya sering mengalami suatu gangguan yang disebabkan oleh berbagai macam akibat. Gangguan-gangguan tersebut biasa dikenal dengan istilah penyakit.Pada makalah ini, saya akan dibahas mengenai penyakit yang terjadi pada sistem pernapasan.
Bauman menjelaskan bahwa “penyakit adalah istilah medis  yang digambarkan sebagai gangguan dalam fungsi tubuh yang menghasilkan berkurangnya kapasitas.” (Apostle, 2011)  
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau infeksi respiratori akut (IRA) adalah infeksi pada saluran pernapasan atas dan adneksanya sampai ke parenkim paru yang berlangsung selama 14 hari. (Watania, dkk dalam Rahajoe, dkk., 2008 : 268 ).
Organ-organ dalam pernapasan terdiri dari rongga hidung, tenggorokan,batang tenggorokan, pangkal tenggorokan, cabang batang tenggorokan dan paru-paru (Sasrawan, 2013).


B.     Rumusan Masalah

1.      Apa yang dimaksud dengan ISPA?
2.      Apa penyebab ISPA?
3.      Apa saja faktor-faktor risiko ISPA pada anak?
4.      Bagaimana cara penularan ISPA?
5.      Bagaimana cara pencegahan dan pengobatan  ISPA pada anak?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui penyakit ISPA.
2.      Untuk mengetahui apa saja yang menyebabkan ISPA.
3.      Untuk mengetahui faktor-faktor risiko terkena ISPA pada anak.
4.      Untuk memahami bagaimana cara penularan ISPA.
5.      Untuk memahami cara untuk mencegah dan mengobati ISPA pada anak.

  


BAB II. PEMBAHASAN
  1. Pengertian ISPA
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) atau infeksi respiratori akut (IRA) adalah infeksi pada saluran pernapasan atas dan adneksanya sampai ke parenkim. Infeksi ini disebut infeksi akut  karena  berlangsung selama 14 hari. (Watania, dkk dalam Rahajoe, dkk., 2008 : 268 ). 
ISPA dibagi menjadi dua menurut daerah tempat terkena infeksi yakni infeksi saluran pernapasan atas  dan infeksi saluran pernapasan bawah (Watania, dkk., 2008 : 268). Infeksi saluran pernapasan atas adalah infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan diatas laring atau batang tenggorokan (Behrman, et.al., 2000 : 1455). Sedangkan infeksi saluran pernapasan bawah terjadi di organ bagian bawah setelah laring atau batang tenggorokan hingga ke paru-paru.

B.     Penyebab ISPA

Penyebab ISPA adalah mikroorganisme. Virus merupakan penyebab utama ISPA, terlebih khusus pada saluran pernapasan bagian atas tenggorokan (Behrman, dkk., 2000 : 1455). Selain virus, bakteri jenis juga merupakan salah satu penyebab ISPA (Musttrie, 2013).

C.     Faktor-faktor  Risiko ISPA

Ada beberapa faktor risiko terjadinya penyakit ISPA pada anak yang dikemukakan Rahajoe, dkk (2008), sebagai berikut :
  1. Usia.
Usia sangat berpengaruh pada ISPA. Pada anak dibawah lima tahun (balita), risiko terkena ISPA sebesar lima puluh persen dan anak diatas lima tahun-hingga dua belas tahun sebesar tiga puluh persen.

  1. Jenis kelamin
Faktor jenis kelamin tidak begitu tampak perbedaannya, namun ada beberapaahli mengatakan bahwa factor risiko terbesar terdapat pada anak laki-laki diatas enam tahun.
  1. Status Gizi
Kekurangan asupan gizi pada anak akan menyebabkan turunnya daya tahan tubuh anak yang mengakibatkan mikroorganisme bisa bekerja dengan cepat.
  1. Pemberian Air Susu Ibu (ASI)
Air Susu Ibu (ASI) mempunyai kandungan proteksi terhadap anak. Jika anak tidak diberikan ASI, maka akan lebih berisiko terkena ISPA.
  1. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)
Menurut penelitian yang diadakan, bayi yang lahir dengan berat badan rendah lebih banyak terkena ISPA.
  1. Imunisasi
Pemberian vaksin dapat mengurangi risiko terjadinya ISPA.
  1. Pendidikan Orang tua
Tingkat pendidikan orang tua menunjukan adanya hubungan terbalik antara angka kejadian dengan kematian IRA. Faktor ini erat kaitannya dengan status ekonomi dan pengetahuan orang tua akan ISPA.
  1. Status Sosial Ekonomi
Anak – anak yang hidup dalam keluarga yang berstatus sosial ekonomi rendah mempunyai risiko lebih besar terhadap ISPA.


  1. Lingkungan
Selain faktor - faktor diatas, kondisi lingkungan juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya ISPA karena ISPA biasanya diderita oleh anak yang tempat tinggalnya lembab dan atau banyak terdapat polusi udara.
  1. Cara Penularan ISPA
Penularan penyakit ISPA, terjadi melalui airliur, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya. ISPA bagian atas yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat pada bulan-bulan musim dingin, bukan hanya anak saja (Sahiddin, 2011).

  1. Cara Pencegahan dan Pengobatan ISPA
      Ada beberapa cara pencegahan ISPA menurut Sahiddin (2011). Adapun pencegahan ISPA, antara lain :
  1. Promosi kesehatan
  2. Perlindungan khusus
  3. Diagnosis atau periksa dini dan pengobatan segera
  4. Pemberantasan cacat
  5. Rehabilitasi
Ketika tidak dapa dicegah dan infeksi akut sudah terjadi pada saluran pernapasan, maka harus dilakukan pengobatan, seperti menurut sahiddin (2011), yakni pengobatan meliputi pengobatan penunjang dan antibiotika seperti bencil penisilin secara intramuskular setiap enam jam paling sedikit selama tiga hari dan dapat dilakukan melalui pemberian terapi oksigen.  

BAB III. PENUTUP
  1. Simpulan
ISPA merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan pada manusia yang pada umumnya terjadi pada anak dalam waktu dua minggu namun berpotensi menyebabkan kematian. Penyebab penyakit ini adalah virus dan bakteri, maka pengobatannya dapat berupa antibiotik, antivirus dan pemberian oksigen karena ketidaknormalan fungsi sitem pernapasan.
  1. Saran
Dengan waktu ISPA yang bisa dikatakan cepat, maka pencegahan sangatlah penting untuk  mengurangi risiko terkena ISPA. Bagi orang tua, apabila sudah diketahui bahwa anak mengalami gangguan pernapasan hendaknya diperiksa secepatnya agar ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan.




Daftar Pustaka

Apostle. (2011). KONSEP SEHAT SAKIT DAN TEORI DASAR AGENT PENYAKIT. Diambil dari : http://jackapostle.blogspot.com/2011/04/konsep-sehat-sakit-dan-teori-dasar.html, pada tanggal 1 April 2014, pukul 21:18 WIB. 
Behrman, et.al. (2000). Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Sistem Organ Pada Tubuh Manusia dan Fungsinya. Diambil dari : http://theboilerclub.blogspot.com/2013/04/sistem-organ-pada-tubuh-manusia-dan.html, pada tanggal 1 April 2014, pukul