Kamis, 05 Desember 2013

KONTRIBUSI GEREJA TERHADAP MASYARAKAT

SOM (Sekolah Orientasi Melayani)
Gereja Bethany Indonesia Salatiga
2013


 Selain melayani warga jemaat Bethany Salatiga, kumpulan putra-putri yang ada di SOM (SOMer) juga rindu berbagi kasih dengan jemaat yang ada diluar. Hal ini tercapai ketika mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke desa Polobogo. Dengan semangat melayani yang luar biasa, para SOMer bukan hanya sekedar "pergi" mengunjungi melainkan tinggal di desa Polobogo selama 2 hari (Live in). 
Ketika awal tiba di desa Polobogo
Ketika awal datang
Awal datang 


















Pada gambar kedua diatas, tampak seorang nenek yang memikul beban. Mayoritas warga setempat bekerja sebagai petani dan peternak.


   Mengandalkan Tuhan Yesus dalam segala sesuatu yang akan kita lakukan, bisa kita lakukan dengan berbagai cara, salah satu cara yaitu berdoa dulu sebelum melakukan semua aktivitas. Hal ini dilakukan para SOMer, sebelum memulai aktivitasnya di desa Polobogo ini, mereka menyempatkan diri to sing & praise kepada Tuhan Yesus, our mighty LORD.




Warga setempat sangat welcome dengan kedatangan para SOMer. Setelah selesai beribadah, para SOMer akhirnya pergi kerumah-rumah warga untuk menginap disana.


Keesokan harinya.....



Kegiatan pertama yang dilakukan para SOMer setelah semalam menginap di rumah warga setempat pada pagi hari setelah berdoa, yaitu melakukan senam pagi. Selain melayani hal-hal rohaniah, kegiatan jasmaniah seperti ini juga penting untuk bagaimana menjaga kesehatan yang telah dianugerahkan Tuhan.

Pergi ke ladang membantu 'orangtua'

Setelah selesai bersenam pagi, membantu "keluarga" baru mereka di masing-masing rumah, para SOMerpun melanjutkan aktivitas dengan membantu "orangtua" mereka mengerjakan tugas sesuai dengan pekerjaan keluarga yang mereka tempati.

Tempat peternakan


Membantu pembangunan rumah

Rumah seorang ibu janda yang tinggal seorang diri

Dengan senang hati ibu tersebut melayani SOMer yang tinggal ditempatnya
Hal yang berbeda terjadi di rumah ibu janda terkasih diatas. Ia lebih banyak sharing akan pengalaman hidupnya, akan kesusahannya, akan segala sesuatu yang menimpa dirinya. Para SOMerpun dengan senag hati mendengar cerita ibu terkasih dan bahkan memberi  pendapat dan solusi terhadap masalah yang diceritakan ketika ibu meminta solusi.


------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sebagaimana mengawali semua aktivitas, para SOMer memulainya dengan beribadah, ketika hendak pulangpun dilaksanakan ibadah bersama jemaat setempat.








Demikian hasil wawancara saya.
Terima kasih kepada kak Feby Sadja yang telah memberikan banyak informasi :)
Juga kepada koko "John Mike" yang telah memberikan dokumentasinya :)
Roma 14:17-18 “Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.  Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.”

                                                    TUHAN MEMBERKATI!






Kamis, 28 November 2013

KUNJUNGAN RUMAH IBADAT

LAPORAN WAWANCARA RUMAH IBADAT
“Masjid Darul Muttaqin”


Oleh :
Amelda Tigapo (462012046)







UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2013




I.      Pendahuluan
Saya adalah seorang Kristen yang hidup ditengah-tengah kemajemukan kepercayaan di Indonesia. Ketika diberi tugas ini saya tertarik untuk mengkaji salah satu agama yang ada disekitar saya, yakni Islam. Wawancara ini saya lakukan di Masjid,dengan alamat dusun Kaligintung, desa Karangduren, kecamatan Tengaran “Masjid Darul Muttaqin”. Objek yang diwawancarai adalah Hery Susanto, yang merupakan salah satu anggota pemuda di Masjid tersebut. Wawancara dilakukan berupa pertanyaan kepada kak Hery dan kak Hery bercerita banyak hal mengenai Islam, bagaimana seharusnya orang muslim beribadah dan apa saja kegiatan-kegiatan yang sering dilakukan di Masjid Darul Muttaqin. Pada bagian selanjutnya, saya akan menulis penjelasan-penjelasan mengenai Islam yang saya dapatkan dari kak Hery.

II.      Isi
Islam adalah sebuah agama yang meyakini bahwa Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Esa dan Nabi Muhamad SAW sebagai utusan Allah yang memberikan petunjuk serta kedamaian umat manusia. Dalam Islam ada rukun islam dan rukun iman, rukun islam itu maksudnya apa-apa saja yang harus kita lakukan sebagai seorang yang beragama islam. Rukun islam ada 5, antara lain :
1.      Syahadad : adalah bacaan yang pertama kali harus dibaca seseorang ketika masuk islam.
2.      Shalat : merupakan cara seorang muslim dalam beribadah dan mendekatkan diri pada Allah. Shalat ada dua jenisnya, shalat wajib dan shalat sunnah. Shalat wajib adalah shalat lima waktu yang wajib dilakukan oleh seorang muslim pada waktu-waktu yang telah ditentukan (subuh, dhuhur,ashar, maghrib, isa’). Shalat sunnah adalah Shalat yang tidak harus dilakukan namun apabila dilakukan lebih baik, shalat sunnah ada banyak macamnya dan dilakukan diluar jam atau waktu shalat wajib. Shalat bisa dilakukan dimana saja, yang penting menghadap kearah kiblat dan ditempat yang bersih. Shalat diutamakan untuk dilakukan berjamaah karena pahalanya 27 kali lebih banyak daripada shalat sendiri-sendiri. Lebih baik lagi jika shalat dilakukan ditempat ibadah (masjid), karena masjid merupakan rumah Allah, sehingga kita akan lebih dekat dengan-Nya jika beribadah dimasjid.
3.      Puasa : merupakan suatu kegiatan untuk menguji dan melatih kesabaran seorang muslim dalam mengontrol hawa napsu, puasa merupakan kegiatan menahan rasa lapar sejak terbit fajar (saur) hingga terbenam matahari (buka), jadi pada rentang kedua waktu tersebut kita tidak boleh makan dan melakukan hl-hal yang dapat membatalkan puasa kita. Puasa ada dua jenisnya : yang wajib dan yang sunnah. Yang wajib itu puasa pada bulan suci ramadhan (30 hari mnjelang hari raya idul fitri). Puasa sunnah contohnya : puasa senin kamis, dsb,
4.      Zakat : memberi sedekah untuk mensucikan harta kita, zakat dilakukan oleh orang yang merasa dirinya mampu.

5.      Haji : rukun islam yang terakhir, dilakukan oleh orang yang mampu menunaikannya.
Selain rukun Islam juga ada yang namanya rukun Iman. Rukun Iman maksudnya apa-apa saja yang harus kita imani sebagai seorang muslim. Rukun iman ada 6, yaitu :
1.      Iman kepada Allah SWT
2.      Iman kepada malaikat Allah.
Malaikat Allah berjumlah tak terhitung jumlahnya, namun yang harus kita tahu cukup 10 malaikat saja : jibril, mikail, israfil, izrail, munkar, nakir, rakib, atid, malik dan ridwan. Kesepuluh malaikat tersebut memiliki tugas masing-masing sesuai yang sudah Allah tentukan.
3.       Iman kepada kitab Allah
Kitab Allah yang dimaksud adalah Al-Qur’an, Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diturunkan Allah melalui nabi Muhamad SAW yang isinya adalah pedoman hidup umat manusia dan keasliannya tidak pernah berubah-ubah dan tidak akan ketinggalan dan hilang oleh jaman.
4.      Iman kepada nabi dan rasul
Nabi dan rasul adalah manusia yang dipilih Allah SWT untuk menyebarkan kebenaran dan agama-Nya. Nabi dan rasul Allah tidak bisa dipastikan berapa banyak jumlah tepatnya, namun yang harus kita tahu dan imani ada 25 jumlahnya :
Adam AS, Idris AS, Nuh AS, Hud AS, Shaleh AS, Ibrahim AL, Lud AS, Ismail AS, Ishaq AS, Yakub AS, Yusuf AS, Ayyub AS, Su’aib AS, Musa AS, Harun AS, Zulkifli AS, Daud AS, Sulaiman AS, Ilyas AS, Ilyassa AS, Yunus AS, Zakaria AS, Yahya AS, Isa AS, Muhammad SAW
5.      Iman kepada hari kiamat (hari akhir)
6.      Iman kepada Qada’ dan Qadar : takdir yang sudah Allah tentukan sejak manusia dalam kandungan sampai dia kembali menghadap-Nya.
Semua isi diatas menjawab pertanyaan: “Apa itu Islam dan bagaimana seorang Muslim beribadah?”
Ketika ditanya “Mengapa pada shalat Jum’at hanya kaum pria yang datang”, kak Hery  menjawab bahwa hal itu sudah dilakukan turun temurun dan sebenarnya kaum wanitapun bisa melaksanakannya juga namun tidak wajib mengingat kaum wanita sibuk dan kaum pria adalah imam ataupun calon imam dalam sebuah rumah tangga. Alasannya sendiri mengapa hanya kaum pria yang diwajibkan kata kak Hery itu adalah hukum yang tak bisa dijelaskan, bagiNya cukup mengimani dan bertakwa kepada Allah.



Puisi :
“Islam itu Ibadah”

Islam..
Syahadat Shalat Puasa Zakat Haji
Iman Ibadah Sabar Sedekah Ibadah
Rukun Islam..
Iman itu Ibadah..
Sabar itu Ibadah..
Sedekah itu Ibadah..

Islam adalah iman
Allah SWT..Malaikat..Nabi-Rasul..Hari Kiamat..Qada dan Qadar
Rukun Iman
Wahai Muslimin..
Wahai Muslimah..
Tunaikan kewajibanmu senantiasa..
Lima Rukun Islam
Enam Rukun Iman.
Bismillahirrahmanirrahim
Karya : Amelda Tigapo




III.           Penutup
Demikian laporan yang saya susun, jika ada kesalahan penulisan atau penjelasan yang keliru, kurang ataupun berlebihan mengenai Islam, mohon dimaklumi. Hal-hal yang bisa saya simpulkan ketika saya mengaitkan dengan apa yang saya imani adalah “Semua Agama mengajarkan hal yang benar”.

My Jesus is Great.. His Graces are new every morning..
Yeah, God is Good all the time... So, don’t miss a minute to worship HIM by everything that you can do!
Be blessed J



Amelda Tigapo


Rabu, 27 November 2013


LAPORAN HASIL STUDIUM GENERALE
“Korupsi Ditinjau dari Perspektif Hukum dan Agama”


Oleh :
Amelda Tigapo  (462012046)




PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2013



I.                 Pendahuluan

Studium Generale merupakan kuliah umum yang membicarakan mengenai tema secara umum dan mendasar. Sebagaimana Universitas-universitas lainnya, Universitas Kristen Sayta Wacana (UKSW) pun melakukan studium generale disetiap tahun oleh Fakultas Teologi. Pada Studium Generale kali ini masalah yang dibahas adalah korupsi. Bukan hanya membahas mengenai korupsi dengan cara biasa, melainkan dengan meninjau dari perspektif Hukum dan kelima agama yang ada di Indonesia.
Korupsi berasal dari bahasa Latin coruptio dan corruptus yang berarti kerusakan atau kebobrokan. Dalam bahasa Yunani corruptio adalah perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap, tidak bermoral, menyimpang dari kesucian, melanggar norma-norma agama, materil, mental, dan umum. Korupsi dalam arti hukum, adalah tingkah laku yang menguntungkan diri sendiri dengan merugikan orang lain, yang dilakukan oleh penjabat pemerintah yang langsung melanggar batas-batas hukum.



II.            Isi

A.  Korupsi dari Perspektif Hukum
Pembicara pertama pada Stadium Generale kali ini adalah seorang dosen Fakultas Hukum UKSW, Bapak R. E. S. Fobia, SH.,  MIDS. Beliau menjelaskan mengenai apa itu korupsi, bentuk-bentuk korupsi secara hukum dan hal-hal yang mempengaruhi seseorang untuk bertindak korupsi juga bentuk-bentuk sanksi atau hukuman yang dilimpahkan kepada pelaku-pelaku korupsi. Hal yang penting bagi saya adalah bagaimana untuk mencegah korupsi tersebut, terutama untuk menanamkannya kepada kami selaku pemuda yang kelak akan memimpin bangsa ini. Menurut beliau bahwa masalah utama pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia ialah politik hukum yang belum optimal. Hal ini terjadi karean banyak faktor seperti daya tarik kekuasaan dan kondisi perekonomian yang tidak berkeadilan. Kemilau politik lebih memikat ketimbang kemuliaan hukum. Yang harus ada pada forum Studium Generale ini yaitu memperkuat “Serangkaian Pandangan” yang menanamkan, menumbuhkan, mendukung, mengembangkan dan memelihara kehidupan pendidikan anti-korupsi berbasis pengendalian diri dan organisasi dalam rangka mematuhi dan menegakkan hukum.



B.  Korupsi dalam Perspektif Agama Islam
Agama Islam tidak membenarkan atau membolehkan korupsi. Korupsi dalam agama Islam dikenal dalam istilah ghulul, yang berarti berkhianat atau menggelapkan. Selain itu juga ada perbuatan risywah (penyuapan), fasaad ( berbuat kerusakan), dan grafikasi (hadiah bagi pejabat). Hal-hal diatas sangat dilarang oleh Nabi Muhammad SAW.
Bapak Rahmat Hariyadi menjelaskan bahwa factor-faktor penyabab korupsi adalah sama dengan penyebab yang telah diuraikan oleh perspektif hukum, namun lebih berpusat pada ketidakpatuhan seseorang terhadap Allah, yang membuat orang itu berdosa. Dosa menurut Beliau adalah salah satu perbuatan yang menjadikan hati orang yang melakukannya gundah gulana dan tidak suka jika ada orang yang mengetahui perbuatannya.
Setelah menjelaskan korupsi, Beliau juga menyimpulkan bahwa segala sesuatu akan berjalan dengan baik (tanpa korupsi) hanya dengan konsep dasar mulia, dimana menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang jahat yang selalu berpusat pada Allah.

C.  Korupsi dalam Perspektif Agama Kristen
Dalam perspektif agama Kristen yang dibawakan oleh Ibu Pdt. Ira Desiawanti Mangilio, PhD yaitu menurut perjanjian lama. Korupsi bahkan sudah terjadi pada masa perjanjian lama, yaitu di Israel Kuno. Korupsi merupakan penyalahgunaan kekuasaan politik, ekonomi,  dan legal demi kepuasaan atau kepentingan pribadi. Mispat (adil) dan zedaqah (benar) adalah hal yang harus dilakukan sebagai nabi-nabi dalam perjanjian lama. Istilah-istilah tersebut dipakai nabi-nabi dalam perjanjian lama, seperti Amos, Mikha dan Yesaya.
Untuk menahan pemerintahan atau pelayanan yang adil dan benar, seseorang harusnya mampuh menahan diri mereka untuk tidak terjerumus dalam tindakan  memenuhi kepentingan diri sendiri.

D.  Korupsi dalam Perspektif Agama Katolik
Korupsi dalam perspektif agama Katolik dipaparkan oleh Pastor Emanuel Nuwa, MSF. Hal menarik yang diceritakan oleh Romo Nuwa ini adalah ketika dia sendiri diperhadapkan dengan korupsi. Beliau pernah bertugas di Kalimantan pada suatu gereja yang sebelum ia bertugas disana hamper setiap tahunnya gereja tersebut diberi sumbangan oleh pemerintah daerah setempat. Ketika beliau bertugas di gereja tersebut, sumbangan yang biasanya terjadipun diberikan lagi. Ketika Romo mengetahui bahwa uang yang diberikan hanya sekitar tiga puluh juta dan gereja tersebut harus melaporkan bahwa mereka mendapatkan empatpuluh juta, Romo berani menentang uang  yang nominalnya sangat besar tersebut karena tidak menghendaki sesuatu yang namanya Korupsi tersebut terjadi. Bagi saya ini merupakan keputusan yang cukup sulit, yang mungkin bagi pendeta-pendeta sebelumnya selalu menerima uang tersebut karena uang tersebut yang banyak dan membantu pelayanan gereja tersebut. Tindakan-tindakan seperti ini yang patut ditanamkan bagi kita selaku mahasiswa.

E.   Korupsi dalam Perspektif Agama Khonghucu
Dr. Oesman Arif adalah pemakalah yang mewakili agama Khonghucu. Beliau mengatakan bahwa Indonesia memang tidak kuat, yang bisa dilihat dari begitu banyak partai politik yang digunakan. Beliau cenderung lebih membandingkan bangsa Indonesia dengan Jepang. Jepang memang satu contoh Negara yang harus dicontohi Indonesia, contohnya : Orang Jepang jika memiliki rumah yang sangat besar akan merasa malu, sedangkan orang Indonesia malah berlomba-lomba ditengah-tengah kemiskinan orang-orang disekitar.

F.   Korupsi dalam Perspektif Agama Buddha
Sebagaimana agama-agama lain, Budhapun dengan sangat jelas menentang akan korupsi dengan berpegang pada keyakinan mereka yang disampaikan oleh Bhikku Atthakusalo.

G.  Korupsi dalam Perspektif Agama Hindu
Pemapan materi mengenai korupsi secara Hindu oleh I Putu Sri Suputra. Beliau menegaskan bahwa korupsi tidak akan terjadi pada seseoarang Hindu jika mereka menerapkan Catur Purusa Artha atau empat tujuan jiwa yang meliputi : Dharma (Kebaikan, ajaran suci), Artha ( Cara memperoleh harta kekayaan harus berdasarkan Dharma), Kama (Nafsu, segala kebutuhan manusia) dan Moksa (Tujuan terakhir dan tertinggi, mulia).





III.        Penutup

Demikian yang saya dapatkan pada studium generale dan untuk penutup saya hanya akan membagikan kata-kata penutup yang diberikan tiap pembicara. (KhongHucu) Melayani manusia berarti melayani Tuhan, (Hukum) Saya bukan bodoh atau jujur tapi saya takut akan Tuhan, (Islam) Wakil Tuhan, amalkanlah sifat-sifat Tuhan, (Katolik) Jujur dan jangan rakus, (Protestan) keadilan dan kebenaran kuncinya dan (Hindu) Jangan jadi pintar, tapi jadilah mengerti.









Referensi :

Http://www.iba.web.id/2013/04/pengertian-korupsi-berdasarkan-undang.html. Diakses pada tanggal 10 November 2013, pukul 19:36.


Kamis, 21 November 2013

“SEJARAH AGAMA KRISTEN PROTESTAN”


“SEJARAH AGAMA KRISTEN PROTESTAN”

A.    Sejarah Agama Kristen Protestan di Dunia

Berawal dari dunia Katholik yang memberikan kekuasaan yang begitu besar kepada Paus ternyata menimbulkan masalah. Terutama dari kalangan raja-raja yang merasa tersaingi khususnya dalam hal kekayaan. Disamping itu beberapa factor lain seperti factor ekonomi, politik, nasionalisme, paham individualism Renainsans, dan keperhatinan yang semakin meningkat terhadap penyalahgunaan wewenang gereja, semua itu memang peranan penting terhadap timbulnya perpecahan agama Roma Khatolik. Puncak krisis gereja Khatolik Roma adalah ketika Paus Leo X menganjurkan penjualan surat-surat penebusan dosa secara besar-besaran untuk mengisi kas gereja.
Anjuran Paus Leo X ini ditentang oleh seorang rahib bernama Luther (1483-1546 M). Dua tokoh lainnya yaitu Zwingli (1484-1531M), dan Jhon Calvin (1509-1564 M) mengikuti Luther untuk menentang gereja dengan mengadakan gerakan yang dikenal dengan “Reformasi”.
Reformasi Protestan adalah gerakan reformasi umat Kristiani Eropa yang menjadikan Protestantisme sebuah cabang tersendiri dalam Agama Kristen pada masa itu. Gerakan ini bermula pada 1517 tatkala Martin Luther mempublikasikan Sembilan Puluh Lima Tesis, dan berakhir pada 1648 dengan Perjanjian Westphalia yang meredakan Perang agama di Eropa.
Reformasi Protestan lahir sebagai sebuah upaya untuk mereformasi Gereja Katolik, diprakarsai oleh umat Katolik Eropa Barat yang menentang hal-hal yang menurut anggapan mereka adalah doktrin-doktrin palsu dan malapraktik gerejawi — khususnya ajaran dan penjualan indulgensi, serta simoni, jual-beli jabatan rohaniwan — yang menurut para reformator merupakan bukti kerusakan sistemik hirarki Gereja, termasuk Sri Paus.
Para pendahulu Martin Luther mencakup John Wycliffe dan Jan Hus, yang juga mencoba mereformasi Gereja Katolik. Reformasi Protestan berawal pada 31 Oktober 1517, di Wittenberg, Saxonia, tatkala Martin Luther memakukan Sembilan Puluh Lima Tesis mengenai Kuasa dan Efikasi Indulgensi pada daun pintu Gereja Semua Orang Kudus (yang berfungsi sebagai papan-pengumuman universitas pada masa itu), tesis-tesis tersebut memperdebatkan dan mengkritisi Gereja dan Sri Paus, tetapi berkonsentrasi pada penjualan indulgensi-indulgensi dan kebijakan-kebijakan doktrinal mengenai Purgatorium, Pengadilan Partikular, Mariologi (devosi pada Maria, ibunda Yesus), perantaraan-doa dan devosi pada Orang-Orang Kudus, sebagian besar sakramen, keharusan selibat bagi rohaniwan, termasuk monastisisme, dan otoritas Sri Paus. Reformator-reformator lain, seperti Ulrich Zwingli, segera mengikuti teladan Martin Luther.
Akan tetapi selanjutnya para reformator berselisih faham dan memecah-belah pergerakan mereka menurut perbedaan-perbedaan doktrinal — pertama-tama antara Luther dan Zwingli, kemudian antara Luther dan John Calvin — akibatnya terbentuklah denominasi-denominasi Protestan yang berbeda-beda dan saling bersaing, seperti Lutheran, Reformed, Puritan, dan Presbiterian. Sebab, proses, dan akibat reformasi agama berbeda-beda di tempat-tempat lain; Anglikanisme muncul di Inggris dengan Reformasi Inggris, dan banyak denominasi Protestan yang muncul dari denominasi-denominasi Jerman. Para reformator turut mempercepat laju Kontra Reformasi dari Gereja Katolik. Reformasi Protestan disebut pula Reformasi Jerman atau Revolusi Protestan.

B.     Sejarah Agama Kristen Protestan di Indonesia

Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.
Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mengutuk paham Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia. Agama ini berkembang dengan sangat pesat di abad ke-20, yang ditandai oleh kedatangan para misionaris dari Eopa ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti di wilayah barat Papua dan lebih sedikit di kepulauan Sunda. Pada 1965, ketika terjadi perebutan kekuasaan, orang-orang tidak beragama dianggap sebagai orang-orang yang tidak ber-Tuhan, dan karenanya tidak mendapatkan hak-haknya yang penuh sebagai warganegara. Sebagai hasilnya, gereja Protestan mengalami suatu pertumbuhan anggota, sebagian besar dari mereka merasa gelisah atas cita-cita politik partai Islam.
Protestan membentuk suatu perkumpulan minoritas penting di beberapa wilayah. Sebagai contoh, di pulau Sulawesi, 17% penduduknya adalah Protestan, terutama di Tana Toraja dan Sulawesi Tengah. Sekitar 65% penduduk di Tana Toraja adalah Protestan. dibeberapa wilayah, keseluruhan desa atau kampung memiliki sebutan berbeda terhadap aliran Protestan ini, seperti Adventist atau Bala Keselamatan, tergantung pada keberhasilan aktivitas para misionaris.
Di Indonesia, terdapat dua provinsi yang mayoritas penduduknya adalah Protestan, yaitu Papua dan Sulawesi Utara, dengan 60% dan 64% dari jumlah penduduk.Di Papua, ajaran Protestan telah dipraktikkan secara baik oleh penduduk asli. Di Sulawesi Utara, kaum Minahasa yang berpusat di sekeliling Manado, berpindah agama ke Protestan pada sekitar abad ke-19. Saat ini, kebanyakan dari penduduk asli Sulawesi Utara menjalankan beberapa aliran Protestan. Selain itu, para transmigran dari pulau Jawa dan Madura yang beragama Islam juga mulai berdatangan. Pada tahun 2006, lima persen dari jumlah penduduk Indonesia adalah penganut Kristen Protestan.