Salatiga, 9 April 2015.
07:42 pm
Ini yang ada didalam otak saya. ini yang saya tulis. hanya bermaksud berbagi dan semoga bermanfaat, jika tidak abaikanlah dengan senang hati :D
Persahabatan. Kata dasarnya “Sahabat”.
Sinonimnya : teman ; Kawan; konco atau di daerah asal saya Halmahera : “tamang”.
Ikatan yang begitu luar biasa.
Kehadiran mereka begitulah berarti. Berbagi kesenangan dengan mereka, kadang
pula berbagi kesulitan atau kesedihan bersama. Yang sangat sulit terasa terlalu
mudah bila bersama. Hal ini tidak perlu dipertanyakan lagi kebenarannya. Ini
bukan teori. Ini adalah apa yang dirasakan semua orang.
Tapi, pernahkah anda merasa
berbeda dari sahabat-sahabat anda? Mungkin jawaban anda, pernah. Tentunya pasti
pernah. Faktanya tidak ada yang benar-benar sama di dunia ini. Masing-masing manusia
berbeda. Masing-masing manusia unik. Unik dalam segala aspek, baik aspek bio,
psiko, sosio, cultural maupun spiritual.
Acap kali kita memuja-muja betapa
indahnya perbedaan. Kita mengatakan ‘perbedaan membuat segala hal menjadi lebih
berwarna’ kalau tidak berbeda maka betapa membosankannya hidup ini. Dan
KENYATAANNYA demikian. Kita tidak salah! Akan tetapi, tak jarang juga kita
berselisih pendapat karena perbedaan.
Jika masing-masing manusia begitu
banyak perbedaannya, apakah sebagai sahabat ‘segala sesuatu’ kita harus sama?
Atau harus di’sama’kan? Bagaimana dengan kalimat ‘perbedaan itu indah’? Bagaimana dengan kalimat ‘jadilah dirimu
sendiri!’?
Salatiga, 17 April 2015
4.38 pm
Sekarang saya mencoba tekankan dalam
satu aspek. Posisikan diri anda menjadi
satu-satunya pribadi yang sedikit berbeda dari sahabat-sahabat disekitar anda.
Ingat lagi bahwa ini hanya satu dilihat dari ‘satu’ aspek dimana ada kaitannya dengan ‘prinsip’ atau sesuatu yang anda percaya itu ‘benar’ dan ‘harus dilakukan’.
Ketika hal tersebut tidak disukai mereka karena
mereka melakukan hal yang sebaliknya ataupun ketika mereka pernah meminta anda
merubah hal itu, apa yang harus anda lakukan?
Mungkin anda pernah mengalami hal
ini dengan versi masing-masing. Anda pasti sudah pernah melaluinya dengan
solusi terbaik menurut anda. Mungkin juga anda akan berkomentar bahwa ‘ah hal
ini mah biasa, ga penting kenapa harus dibahas?’ Itulah mengapa tak jarang
banyak anak remaja yang berubah karena lingkungannya. Agar menjadi sama dengan orang-orang di sekitarnya
dengan alasan masing-masing, entah adaptasi maupun banyak alasan lainnya.
Saya? Pastinya ketika menulis ini
saya sudah mengalaminya dan keputusan yang sudah saya buat adalah tetap menjadi
diri sendiri. Dan bagaimanapun, jika mereka adalah sahabat mereka akan menerima
‘prinsip’ tersebut karena menurut saya bukan ‘sahabat’ namanya ketika kita
hanya behubungan karena kita sama dalam segala hal. Ini merupakan pendapat
saya.
Point penting adalah tidak ada
yang berhak menentukan pilihan anda kecuali diri anda sendiri, apalagi hal ini
mengenai prinsip hidup anda. Anda ingin memilih jadi diri sendiri atau menjadi
seperti yang orang lain kehendaki atas diri anda adalah keputusan anda sendiri.
Dan juga, tidak ada yang berhak mengadili anda. Jika ada yang melakukannya,
tidak perlu peduli karena hidup terlalu singkat untuk hal-hal demikian.
Point yang lebih penting lagi
adalah saya mengasihi semua orang, apalagi ‘sahabat’ saya. Selain keluarga,
mereka merupakan anugerah Tuhan lainnya yang selalu saya syukuri.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk
semuanya selama 19 tahun ini. Anugerah yang ada disekitar saya sungguh
berlimpah dan tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bersyukur atas setiap
detik yang terlewati. Hallelujah!
Amelda Tigapo
19 Tahun
0 komentar:
Posting Komentar